Bila di zaman modern ini kita mendengar istilah “pertempuran”, maka dalam pikiran kita terbayang dua gugus kapal perang perkasa yang berhadap – hadapan dan dengan dahsyatnya berusaha saling menghancurkan dengan peluru – peluru yang dimuntahkan dari meriam – meriam super hebat, belum lagi berbagai rudal dan torpedo yang diluncurkan bertubi – tubi.

Pada awal kemerdekaan kita, segala perlengkapan dan persenjataan yang hebat seperti itu belum kita miliki. Namun kenyataan ini bukanlah hambatan bagi kita untuk melawan musuh dimanapun mereka jumpai, bahkan ditengah laut sekalipun. Perlengkapan dan persenjataan, bahkan yang termasuk “primitif” atau langka bila diungkapkan di jaman ini, ternyata dapat menjadi alat ampuh untuk melawan dan mengalahkan musuh bila dikendalikan oleh orang – orang yang dijiwai semangat juang yang tinggi. Kenyataan ini dibuktikan oleh sepasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laut RI pada tanggal 4 April 1946 yang terlibat dalam pertempuran laut dengan BelAnda. Untuk mengenang perjuangan pasukan yang diberi nama Pasukan “M” ini makan dibangunlah sebuah Monumen Operasi Lintas Laut Jawa – Bali. Nama pasukan M ini berasal dari nama kapten kapal perang itu sendiri yaitu Kapten Makardi.

Monumen Operasi Lintas Laut Jawa – Bali ini terletak di Cekik, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Tepatnya disebelah barat jalan raya Gilimanuk – Denpasar. Dibangunnya monumen ini untuk mengenang jasa para pahlawan kita yang telah melakukan pertempuran laut pertama dalam sejarah Republik Indonesia pada tanggal 4 April 1946. Dimana Operasi Lintas Laut Jawa – Bali yang dilakukan dari bulan April sampai bulan Juli 1946 itu mempunyai efek yaitu diantaranya :

–          Terhabatnya untuk sementara penyerbuan BelAnda ke jantung pemerintahan RI;

–          Pengenduran tekanan terhadap front pertempuran di Surabaya;

–         Dapat digunakannya pelabuhan Banyuwangi sebagai pelabuhan pengiriman beras kepada rakyat India sebagai bagian perjuangan diplomasi RI.

Monumen Operasi Lintas Laut Jawa – Bali ini dibangun dilahan yang cukup luas di mana daerah sekitarnya adalah kawasan Taman Nasional Bali Barat. Diatas Monumen ini terdapat patung jangkar kapal, dan dipinggir monumen terdapat jalan yang mengelilinginya untuk mencapai puncak. Jika Anda menuju atas monumen tersebut Anda bisa melihat kejadian pada saat pertempuran yang dilakukan oleh Pasukan M pada gambar – gambar yang mengelilingi monumen ini, dan juga jalan ini dipagari oleh senjata dan bambu runcing yang digunakan oleh bangsa kita untuk melawan penjajah. Dibelakang monument ini juga terdapat nama – nama tokoh yang terkait pada saat pertempuran laut Jawa – Bali tersebut.

Sekarang Monumen Operasi Lintas Laut Jawa – Bali tersebut dijadikan sebagai tempat wisata bersejarah di daerah Bali barat. Monumen Operasi Luntas Laut Jawa – Bali ini didirikan untuk mengenang perjuangan para pahlawan terdahulu, dan supaya kita sebagai generasi penerusnya mempunyai semangat juang untuk membebaskan diri kita serta bangsa kita dari segala macam bentuk penjajahan.

Selain Monumen Operasi Lintas Laut Jawa – Bali, di Bali barat khususnya Jembrana juga terdapat peninggalan – peninggalan bersejarah yang di tempatkan di Museum Manusia Purba Gilimanuk. Anda bisa berkunjung kesana pada hari – hari kerja. Selain itu tak jauh dari Monumen ini terdapat pasar oleh – oleh khas Bali, Anda bisa berbelanja barang – barang khas Bali disana. Dan juga terdapat Rumah Makan Ayam Betutu Men Tempeh yang berjarak kurang lebih dari pasar ini yang bisa Anda kunjungi bila perut Anda sedang keroncongan.

Galeri foto :

Lokasi Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali :